Kalah pt. 2

Hari ini 14 Februari 2024.

Valentine's Day

dan, Pemilu Day.


Sudah berapa kali aku mengikuti pemilu, bertahun-tahun dan pilihanku selalu menang. Kalau ditanya, biasanya aku memilih berdasarkan apa? Jawabanku selalu sama. 

Orang yang selalu bercerita mengenai berita hari ini, mengungkapkan fakta-fakta politik, memutar tayangan Youtube mengenai diskusi sejarawan. Papaku. Dan dari dulu, seringkali aku otomatis ter- "brainwash" dengan pilihan papa. Memang aku juga membaca beberapa referensi, terlibat diskusi politik dengan teman-teman main atau rekan kantor. Namun, tak dapat dipungkiri, bagaimana pun sebagian besar dasar pertimbanganku memilih dipengaruhi oleh apa yang sehari-hari aku dengar, aku lihat, dan juga pilihan papa. Dan somehow, pilihan itu selalu tepat. Menang.

Sampai hari ini.

Baru kali ini, pilihanku tidak menang. Bahkan, tidak ada putaran kedua. Dan aku, samar-samar mendengar hal ini ketika baru bangun tidur. Bertanya sendiri, apakah aku mimpi? Apakah aku salah dengar? Namun, tidak. Well, ternyata memang tidak menang.

Sejujurnya, aku sedikit gundah. Karena yang menang, adalah pihak (yang menurut sejarah) pernah mengganggu ketenangan negeri ini. Kemenangan yang kali ini diraih pun (katanya) adalah hasil kecurangan. Dan ini membawa banyak kekecewaan bagi banyak pihak. Tapi, itulah yang selalu dikatakan pihak yang kalah bukan?

Walaupun, masih kecewa dengan hasilnya, tapi papa bilang, apa boleh buat? Kita bisa apa selain hanya menerima hasil dan percaya bahwa orang bisa berubah. Yah, semoga saja negara ini bisa tetap damai dan tenang di bawah pimpinan yang menang kali ini. Dan mungkin, ini saatnya juga aku belajar untuk menerima kekalahan ?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

Klasik

Desember