Kenangan
Pagi itu pagi yang cerah, sedikit panas memang. Keluar rumah dan pergi dengan berjalan kaki di hari libur kadang memang menyebalkan. Sekalipun itu pagi yang cerah. Biasanya akan sangat menyebalkan melakukan aktivitas seperti ini. Apalagi dengan tujuan yang penting namun hanya sebentar. Seperti buang buang waktu saja. Tapi kali ini sungguh berbeda. Berjalan di jalanan yang sudah menjadi bagian dari hidup. Dan baru menyadari hal-hal kecil yang sering terlewatkan. Terkadang, suasana hati yang baik membuat kita memperhatikan segalanya dengan lebih cermat. Tukang bakmi di seberang jalan, pos siskamling dengan tempat duduknya yang tampak rapuh-sambil membayangkan, apa jadinya jika ada yang duduk di sana? Warnet yang terlihat gelap dari luar namun motor-motor yang ada menunjukkan tanda kehidupan. Tanjakan-tanjakan yang tidak tau apa manfaatnya. Ataupun rumah yang telah terjual entah dari kapan. Tidak tahu bagaimana, tetapi ada kesadaran bahwa papan iklan yang dulu ada, sudah tidak terpasang...