Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Tigapuluh

Beberapa waktu yang lalu seperti takut menghadapi tiga puluh Namun ternyata, harus banyak bersyukurnya Bersyukur atas pengalaman yang dilalui, bersyukur atas banyak hal yang dialami Bersyukur karena masih bisa merasakan umur yang baru Bersyukur untuk keluarga yang lengkap, walau sering huru hara namun tetap hangat Bersyukur untuk sahabat yang selalu support dan bersyukur bisa merasakan kasih sayang mereka Bersyukur untuk mereka yang jauh tetapi masih mengingat dan saling bertukar cerita Bersyukur untuk teman-teman yang menjadi rekan seperjalanan Bersyukur untuk mereka yang datang, dan yang pergi Bersyukur untuk setiap kehidupan yang mereka jalani baik apa adanya Bersyukur untuk pekerjaan, dan teman-teman yang mengeluh bersama Bersyukur karena masih bisa mendengar cerita dan canda tawa di sela-sela kesibukan Bersyukur untuk orang-orang terdekat. Mereka yang selalu ada saat senang, sehat, susah, sakit. Thanks God. I couldn't ask for more.

Untitled

"Udahan dong ma nangisnya," aku berkata pelan sambil mengusap tangan mamaku. Kuperhatikan wajah mama yang lelah dan semakin kuyu karena belum berhenti menangis sejak keluar dari ruang konsultasi dokter. Melihat mama menangis, membuatku semakin sulit mengendalikan diri. Karena sejujurnya, aku sendiri sedang berusaha menahan tangis. Kata-kata dokter beberapa menit yang lalu masih terus terngiang di otakku. Kata-kata yang membuatku kaget, bingung. Dan semakin takut. Mama hanya mengangguk kecil dan berusaha mengendalikan tangisnya.  "Liat nih tangan kamu, sekarang sama kecilnya kayak mama," akhirnya mama bersuara.  "Gapapa ma, biar makin mirip," aku nyengir sambil memandangi kedua lengan kami yang bersisian.  Sekarang, tanganku memang hampir sekecil tangan mama. Padahal, aku yang biasa, tidak mudah mengalami perubahan berat badan. Paling hanya naik turun satu atau dua kilo saja. Namun, saat melakukan pemeriksaan tadi, angka di timbangan menunjukkan bahwa aku t...