BERITA. BANGSA. DEMOKRASI. Tiga kata yang dulu bisa membuat kita terdengar dua puluh tahun lebih tua. Kenapa? Karena itulah yang ada di benak masyarakat dulu. Segala hal yang berbau kebangsaan itu hanya tontonan tetua dan ahli bijaksana. Saya dulu juga begitu. Ayah saya pecinta berita. TV di rumah cuma satu dan dari berbagai banyak channel yang ada, biasanya hanya ada tiga channel yang sering diputar, yaitu stasiun televisi yang isi siarannya kebanyakan berita. Sebagai remaja yang masih suka nonton sinetron kacangan, saya hampir setiap hari sebal. Gimana nggak? Setiap hari yang ditonton hanya berita, berita, berita (dan berita). Setelah itu, biasanya beliau akan komentar panjang mengenai berita tersebut dan saya hanya akan manggut-manggut atau ke kamar, (pura-pura) belajar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya akhirnya mengerti dan mulai peduli. Banyak hal yang mengubah persepsi saya. Semakin dewasa, saya sadar bahwa saya adalah bagian dari negara ini. Saya adalah bagian dari bang...
Postingan
Menampilkan postingan dari Juli, 2022