Satu
Banyak orang berpikir,
Satu? Mana berasa.
Banyak orang berkata,
Satu? Mana cukup.
Banyak orang merasa,
Satu? Saya belum puas!
Namun, terkadang satu adalah jawaban yang terbaik.
Seringkali sangat pantas kita bersyukur karena hanya memiliki satu.
Bersyukur karena memiliki satu ayah dan satu ibu.
Bersyukur karena memiliki satu suami.
Bersyukur karena memiliki satu hidung dan satu mulut.
Bersyukur karena memiliki satu jantung dan satu hati.
Bersyukur karena memiliki satu kepala.
Bersykur karena memiliki satu Tuhan.
Karena ketika orang rakus berkata,
Saya ingin lebih!
Maka pertanyaannya adalah :
Jika anda diberi lebih,
Bersama ayah dan ibu manakah anda akan tinggal?
Bersama suami manakah anda akan bercakap?
Diletakkan dimanakah hidung dan mulut lainnya?
Diletakkan dimanakah jantung dan hati yang tersisa?
Diletakkan dimanakah kepala kedua anda?
Dan
Tuhan manakah yang akan anda percaya?
Satu? Mana berasa.
Banyak orang berkata,
Satu? Mana cukup.
Banyak orang merasa,
Satu? Saya belum puas!
Namun, terkadang satu adalah jawaban yang terbaik.
Seringkali sangat pantas kita bersyukur karena hanya memiliki satu.
Bersyukur karena memiliki satu ayah dan satu ibu.
Bersyukur karena memiliki satu suami.
Bersyukur karena memiliki satu hidung dan satu mulut.
Bersyukur karena memiliki satu jantung dan satu hati.
Bersyukur karena memiliki satu kepala.
Bersykur karena memiliki satu Tuhan.
Karena ketika orang rakus berkata,
Saya ingin lebih!
Maka pertanyaannya adalah :
Jika anda diberi lebih,
Bersama ayah dan ibu manakah anda akan tinggal?
Bersama suami manakah anda akan bercakap?
Diletakkan dimanakah hidung dan mulut lainnya?
Diletakkan dimanakah jantung dan hati yang tersisa?
Diletakkan dimanakah kepala kedua anda?
Dan
Tuhan manakah yang akan anda percaya?
Komentar
Posting Komentar